Bye Bye, Drama!

Ingin hidup lebih bahagia, less stress, dan punya hubungan yang lebih baik dengan orang lain? Ucapkan selamat tinggal pada drama, sekarang juga!

Drama hanya bagus di televisi, layar lebar, atau panggung pertunjukkan. Dalam kehidupan nyata, drama bukan sesuatu yang menyenangkan. Urban Dictionary mendefinisikan drama ini sebagai: making a big deal over something unnecessarily. Untuk menghindari atau meminimalisir drama di dalam hidup kita, ikuti langkah-langkah berikut ini:

Stop Making Assumptions Kok cara dia memandang aku seperti itu ya? Jangan-jangan dia dengar gosip nggak benar soal aku.” Pikiran-pikiran seperti ini biasanya yang mengawali drama dalam hidup kita. Soalnya, tidak ada seorang pun yang bisa membaca pikiran orang lain. Jadi ketika kita mulai menebak-nebak dan membuat asumsi mengenai alasan, motif, atau isi hati orang lain, maka kita keluar dari kenyataan yang rasional dan menciptakan stres sendiri.

Don’t Trust Rumours Pernah dengar istilah “gosip = digosok makin sip”? Yes, yang namanya rumor atau gosip memang seringkali makin hangat setelah makin berkembang. Sayangnya, ‘perkembangan’ tersebut seringkali tak bisa dipertanggungjawabkan. Hal ini kerap memicu drama yang nggak penting. Untuk itu, lebih baik jangan terlalu percaya pada rumor atau gosip yang tidak kita dengar dari sumbernya langsung.

Say it Straight Bila ada yang mengganjal di hati karena sesuatu hal, atau terhadap seseorang, biasakan langsung bicara kepada yang bersangkutan. Soalnya, tanpa komunikasi yang terbuka maka kesalahpahaman akan sangat mungkin terjadi. Memang sih membicarakan suatu masalah seringkali tidak mudah, dan bisa saja justru memancing konflik. Namun hal ini masih lebih baik daripada memendamnya dalam hati dan pikiran, yang berisiko ‘meledak’ suatu hari dan membuat masalahnya jadi lebih besar.

Beware to the Power of Social Media
“Hari ini bertemu si cewek yang nggak bisa jaga mulutnya. Dasar b*tch! #nomention.” Pasti kiita sering membaca status sejenis ini di Twitter, Facebook, atau social media lainnya; atau justru kita yang kerap menyindir seseorang atau suatu masalah seperti contoh tadi? Ingatlah bahwa social media memiliki kekuatan yang sangat besar. Satu pernyataan yang salah (misalnya salah pemilihan kata, salah sasaran, salah paham, dsb) bisa membuat hal kecil jadi masalah besar.

Forgive & Forget Mari membiasakan diri untuk melupakan dan memaafkan, ketika muncul masalah yang sebenarnya sepele. Memaafkan juga berlaku untuk diri sendiri lho! Don’t be too hard on yourself.

Avoid Drama Queens Setelah yakin kita tidak menciptakan drama untuk dirimu sendiri, cara terbaik untuk hidup tanpa drama adalah dengan menjauhkan diri dari drama queens (or kings!). Bila kamu sudah melihat gejala-gejala seseorang itu seringkali lebay menghadapai hal-hal sepele, sebaiknya kamu mengurangi interaksi dengan dirinya. Atau bila hal itu tidak memungkinankan—misalnya sang drama queen adalah atasan atau sahabatmu sendiri, ingatlah untuk tidak ‘terbawa’ dengannya.